chip mobil,  daihatsu,  Mobil

Masalah Pasokan Cip Semikonduktor Global, Daihatsu Indonesia: We’re Normal!

Industri otomotif dunia sedang kisruh dengan masalah pasokan cip semikonduktor. Tak sedikit pabrikan otomotif mengurangi bahkan menghentikan produksi mobilnya, akibat nihilnya cip yang diinginkan untuk menghidupkan fitur-fitur canggih kendaraannya.

Bagaimana dampak krisis pasokan cip ini bagi pabrikan otomotif terbesar di Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor (ADM)?

Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning & Communication Director ADM, menjelaskan pasokan cip semikonduktor ini mengalami krisis karena beberapa faktor. Antara lain sejak pandemi Covid-19, permintaan cip di industri gadget meningkat 3 kali lipat, sedangkan pasar otomotif justru menurun sehingga cip banyak digunakan untuk gadget.

Namun, saat ini pasar otomotif dunia berangsur membaik seiring kenaikan penjualan, sehingga pabrik cip tersebut kewalahan menerima permintaan dari pabrikan otomotif.

“Namun, tidak semua tipe mengalami kesulitan cip semikonduktor. Sampai hari ini, pabrik ADM masih beroperasi secara normal,” kata Amelia saat media test drive Daihatsu Rocky di Astra Daihatsu Motor R&D Center Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/5).

Namun, lanjut dia, ADM tetap mengamati tipe atau model tertentu yang berpotensi mengalami masalah cip tersebut. “Saya hanya bisa mengatakan masih memproduksi secara normal, termasuk untuk Rocky dan model Daihatsu lainnya.”

ADM memiliki dua pabrik di Sunter-Jakarta dan Karawang-Jawa Barat. Total produksinya mencapai 530 ribu unit per tahun.

Pabrik Sunter-Jakarta memproduksi model kendaraan: Daihatsu Xenia, Terios, Gran Max, dan Luxio. Sedangkan pabrik Karawang memproduksi dua model Low Cost Green Car (LCGC): Sigra dan Ayla. Namun per April lalu, pabrik Karawang memproduksi model anyar: Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.

Leave a Reply